(Not) Happy For Others

“hal yang paling sulit dilakukan di atas dunia ini adalah bahagia untuk orang lain –carrie bradshaw-“

Well, i totally agree with her statement, maksud gw, ya emang susah ga sih ketika lo harus ikut bahagia atas kebahagiaan orang lain? Buat gw sih susah banget, gw juga ga ngerti kenapa gw orang nya iri-an banget kaya gini, sebenernya mungkin awalnya gw bukan iri, tapi gw hanya sulit sekali untuk happy for other.

Ya mulai dari hal-hal simpel kaya temen-temen angkatan gw baru diwisuda tadi, setengah dari gw ikut bahagia, tapi gw juga ga bisa memungkiri kalo setengah dari gw, ada rasa sedih, sebel, dan pikiran kaya “how can i be happy for them?disaat gw tidak berada di situasi yang sama dengan loo?”

Gw cuma ga pengen jadi orang munafik yang looks like an angel,bahagia selalu, orang lain sukses sedangkan dia ketinggalan di belakang, dia masih bisa bilang “i’m so happy for you” padahal di belakang dia nangis-nangis atau bahkan nyebar fitnah, i don’t wanna be a person like that, it’s really  hard for me to congrats someone sincerely, bukan berarti gw ga pernah bahagia atas kebahagiaan orang lain, in the end gw juga akan ikut bahagia, but it takes time,

Kadang kalo temen-temen gw menilai gw orang nya sangat iri-an, jealous-an, dan ga pernah bisa tulus, gw seneng aja sih, karena menurut gw yang terpenting adalah apa yang gw rasain dalem hati, yang keliatan dari ekspresi muka gw atau bahkan kata-kata sinis yang gw omongin, ga penting buat gw, buat gw ya apa yang sebenernya gw rasain itu yang terpenting buat gw,

Misalnya kaya Ella, yang akhirnya lulus, dan 2 minggu kemudian dapet kerja, to be honest mulai dari dia skripsi nya di acc, sidang, dan yudisium pun gw ga bisa bahagia dengan kesuksesannya dia, dengan keberhasilan dia, though i know kalo perjuangan dia buat nyampe ke tahap itu pun sama sekali ga gampang, tapi tetep aja gw ga bisa ikut seneng, ditambah dengan dia keterima kerja dengan cepatnya, I WASN’T HAPPY FOR HER, gimana gw bisa seneng kalo dia dapet kerja berarti gw ketinggalan jauh dibelakang dia, dan itu juga berarti kalo dia bakal pergi dan kita akan jarang main, tapi yaaa ga lama kemudian, suddenly i felt happy for her success, knowing what she had been through in the past, i think she deserved all the success in the world,i’m happy for my best friend, and she is my best friend.

Gw ga tau kapan gw able to happy for other, kapan gw bisa ikhlas melihat kesuksesan orang lain, kapan gw bisa menerima keadaan gw apa adanya, gw ga tau kapan gw bisa tepatnya, sometimes i just change without me knowing that i change.

Gw juga ga tau ya, tapi kadang untuk bisa bahagia atas kebahagiaan, kesuksesan, dan keberhasilan orang-orang terdekat gw itu kayanya lebih susah dibandingkan harus ikut bahagia atas keberhasilan orang lain yang ga begitu dekat. Apa kasus kaya gitu cuma terjadi di gw aja?oke berarti kayanya gw bener-bener kena sindrom iri yang sangat akut. Tapi anw, walopun bahagia untuk orang terdekat lebih sulit, tapi jangka waktu untuk akhirnya gw bahagia dengan tulus untuk mereka jauh lebih cepat dibandingkan dengan orang yang ga begitu dekat. Ga tau juga kenapa ya, mungkin karena tanpa gw sadari, gw sayang mereka, and they mean a lot for me, jadi gw ga bisa apa-apa selain ikut BAHAGIA UNTUK MEREKA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s