so you think you are a nationalist?

Gw terus kepikiran omongan temen gw ketika gw sama dia lagi diskusi tentang Indonesia VS Malaysia. Gw yang keberatan dengan tweetnya dia yang penuh nafsu untuk mengajak perang melawan negara tetangga itu, dan dia yang lagi geram-geramnya sama Presiden Indonesia sekarang ini karena sikapnya yang menurut dia tidak tegas.

Dia bilang gw hanya orang yang diem aja menanggapi permasalahan di negara gw sendiri ini.

Waktu temen gw bilang kaya gitu. Gw diem. Karena gw ngga tau mau nanggepin apa. Gw ngga merasa tertohok dan gw juga jelas tidak membenarkan opini dia tentang gw.

Tapi karena waktu itu diskusi berlangsung lewat media Yahoo Messenger, dan gw menurut gw YM jelas bukan media yang pas untuk menyampaikan argument gw ataupun untuk mendengar argument dia.

Tapi sampe sekarang gw masih kepikiran loh tentang opini temen gw itu tentang sikap gw menanggapi isu-isu di Indonesia.

Gw tidak pernah merasa gw diem aja ketika negara gw mengalami masalah.

Tapi buat gw, rasa Nasionalis tidak bisa ditunjukkan dengan perkataan, ngga bisa dipamer-pamerin lewat kata-kata. Atau berkoar-koar bilang kalo “gw cinta Indonesia” “gw siap melakukan apapun demi negara ini” “gw benci dia karena dia nginjek-nginjek negara gw” atau make lagu wajib nasional jadi ringtone handphone.

Itu bukan cara gw untuk menunjukkan bahwa gw mencintai Indonesia.

Itu bukan cara gw untuk menunjukkan bahwa gw seorang Nasionalis.

Berkoar-koar lewat kata-kata jelas bukan cara gw dalam menunjukkan cinta gw terhadap siapapun dan apapun.

For me, well-done is better than well-said.

Gw setuju dengan salah satu tulisan seseorang di blognya (sumpah gw lupa namanya siapaaaaa).

Rasa nasionalis diri kita tidak bisa dirasakan oleh siapapun. Yang tahu cuma diri kita sendiri dan Tuhan.

Gw setuju karena ternyata banyak banget orang-orang yang berdedikasi terhadap negerinya tanpa harus orang-orang ketahui.

Dan gw salut sama mereka.

Karena gw selalu berpegang pada prinsip “ketika tangan kanan memberi sebaiknya tangan kiri tidak usah tahu”

Ketika kita melakukan kebaikan alangkah baiknya kalo kita ngga pamer sama orang-orang.

Gw percaya cara menemukan kebaikan itu sama kaya kebusukan. Akan terungkap dengan sendirinya.

Gw heran ketika orang-orang menyikapi permasalahan Indonesia dengan Malaysia ini dengan cara kekerasan.

Ngajak perang lah. Gw mengira-ngira apakah mereka mau untuk siap pasang badan di garis terdepan untuk perang?

Gw selalu berpikir perang itu bukan jawaban dari masalah. Kekerasan jelas bukan jawaban dari suatu masalah.

Menurut gw perang hanya pertarungan gengsi. Siapa yang menang, berarti dia yang kuat.

Padahal perang itu menyita banyak biaya, nyawa, dan kerusakan di mana-mana.

Nobody wants the war to happen. Not even the soldier or the army. And of course, their family.

Masih banyak orang miskin di Indonesia yang bahkan mungkin ngga kepikiran tentang permasalahan dua negara ini. mereka hanya sibuk mikir bagaimana caranya untuk makan. Bagaimana caranya untuk bisa hidup esok hari. Bukan gimana caranya buat narik pelatuk pistol atau membunuh lawan dengan bambu runcing.

Ngga sedikit orang yang sibuk menunjukkan nasionalisnya dengan perkataan yang menurut gw tidak senonoh. Dan makin lama makin ngga masuk akal.

Mencaci-maki pemimpinnya dengan kata-kata ngga pantes.never stop complaining, criticizing, and looking for someone’s fault.

Gw tidak menjadi pembela siapapun.

Gw juga tidak sepenuhnya setuju dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah.

Tapi gw sedih ngeliat orang-orang bertingkah seperti itu.

I don’t think that they look cool in that way.

I think they’re lame.

Mungkin prinsip yang gw anut berbeda dengan yang orang-orang itu anut.

Mungkin jalan pikiran gw berbeda dengan apa yang orang-orang itu pikirkan.

Tapi gw tau kok, gw dan mereka punya tujuan yang sama.

Oke, untuk contohnya ada seseorang yang lebih baik tidak gw sebutkan namanya.

Beliau hidup berkecukupan. Setelah selesai membiayai sekolah anak-anaknya, beliau membantu membiayai keponakan-keponakannya untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak, supaya nantinya anak-anak itu bisa membiayai adik-adiknya dan mengangkat taraf hidup orang tuanya.

Atau seperti yang kakak gw bilang, dia miris banget ngeliat ada orang jenius banget (maksudnya si Lintang di Laskar Pelangi) tapi dia ngga bisa nerusin sekolahnya karena dia ngga punya uang untuk sekolah dan ngga ada yang membiayainya. Padahal mungkin aja kalo dia terus sekolah, nantinya dia bisa menyumbangkan sesuatu untuk Indonesia berkat kejeniusannya. tapi sayang banget, orang sejenius dia ngga bisa sekolah.

Nah itu dia yang gw maksud.

Untuk berdedikasi kepada negaranya ngga perlu dengan mengumbar-ngumbar apa yang akan kita lakukan.

JUST DO IT.

Lakukan dengan hal tersimpel yang bisa kita lakukan.

Lakukan dari tempat terdekat kita.

Kalo kita ingin merubah sesuatu,rubahlah dari akarnya. Rubahlah dari hal terkecil. Rubahlah diri kita dulu.

Gw kagum sama Mahatma Gandhi. Karena dia memerangi kejahatan dengan kebaikan.

Dia meningkatkan perekonomian India dengan membuat sendiri baju yang dipakainya, dia menenun sendiri bajunya dari bahan tanaman apa gitu yang asli India. ketika dia sibuk nenun bajunya sendiri, dia diejek oleh petinggi-petinggi  India lainnya. Mereka bilang dalam keadaan genting kaya gini, Gandhi malah sibuk bikin baju. Ternyata hal kecil yang Gandhi lakukan, yang tidak terpikirkan oleh orang lain, bisa membawa India ke arah yang lebih baik.

Gw kagum sama Gandhi karena dia hidup dalam kesederhanaan. Dia hidup bersama rakyat kecil.

Adakah pemimpin seperti itu disini?di Indonesia?gw yakin ada.

Gw pengen pemimpin seperti Nabi Muhammad SAW yang malem-malem jalan sendirian ke kampung-kampung tanpa pengawalan untuk memantau kehidupan saudara-saudaranya dan melihat sendiri seperti apa kehidupan saudara-saudaranya. Apakah sudah layak atau belum.

Ya mungkin emang aga sulit ya metode kaya gitu dipake buat pemimpin jaman sekarang. Bisa-bisa mati dibunuh lagi.

Tapi gw pengen pemimpin yang emang ngerti penderitaan rakyat kecil dengan hidup bersama mereka. Bukan yang kalo mau dateng ke kampung, sehari sebelomnya tu kampung udah di sterilisasi, dibuat bagus, jadi si pejabat dateng udah tinggal liat bagusnya doang.

Hmmm anw, daritadi gw ngritik orang-orang sok nasionalis. Sebenernya apa sih yang udah gw buat untuk negara gw?

Mungkin sampai sejauh ini ngga ada yang fenomenal kali ya, gw melakukan dari apa yang gw bisa dulu. Dari hal keciiill banget. Gw berusaha untuk membuang sampah pada tempatnya. Menurut gw cuma orang dari goa yang buang sampah sembarangan. Terus gw pengen bagi-bagiin buku untuk anak-anak jalanan. Gw ngga mau ngasih mereka duit. Toh ntar juga dikasih ke penyalurnya. Mending kasih buku ke anak-anak supaya mereka berimajinasi, supaya pikiran mereka terbuka. Karena gw percaya, kalo buku adalah jendela dunia.

Ah panjang banget ya unek-unek gw. Hehehehehhehe. Semoga ada yang menangkap maksud gw ya. Semoga tulisan gw ngga hanya sekedar unek-unek tapi bisa bermanfaat. Hehehhe.

PS : kalo lo sebel sama seseorang dan berusaha mencari kesalahan orang itu sampe ke hal-hal terkecil, menurut gw itu masih wajar. Tapi kalo mencari-cari dan mengungkit-ngungkit kesalahan orang lain sampai ke hal-hal terkecil dan remeh temeh HANYA SUPAYA TERLIHAT DAN DIBILANG NASIONALIS, MENURUT GW ITU HANYA MEMBUAT LO TERLIHAT SUPER TOLOL. YOU ARE TOTALLY LAME.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s