socializing


picture from here

Dealing with others personality is really hard.

Temen gw pernah wanti-wanti “kita tuh harus banyak bergaul sama orang supaya kita bisa tau gimana caranya ngadepin kepribadian orang yang beda-beda. Ngadepin kepribadian orang-orang yang kadang suka aneh-aneh itu ngga gampang loh. Itu susah banget”.

Dan saat ini gw bener-bener merasakan yang namanya susahnya menghadapi kepribadian orang-orang.

Sebenernya gw merasa sangat beruntung juga karena gw kaya punya bakat alami untuk berbasa-basi. Kata temen gw si Rani Indra “basa-basi itu emang busuk. Tapi basa-basi itu penting banget”. Kata gw “embyeerrrr”.

Kadang basa-basi itu emang kaya palsu banget lah gitu, tapi basa-basi itu penting untuk memulai berinteraksi dengan orang lain. Kata-kata basa-basi kaya “ih baju lo lucu deh” atau “panas banget deh hari ini, kok lo ngga keringetan sih?gw aja udah kaya abis sauna gini” atau “pulang Pak?macet ya kalo ke arah situ?”. Kalimat-kalimat kaya gitu kayanya klise sih ya, tapi itu bisa jadi awal untuk suatu percakapan.
Nah dari kalimat-kalimat basa-basi kaya tadi itu, reaksi orang-orang bisa beda-beda loh.

Kalo tipe pendiem atau pemalu atau jutek, reaksinya bisa senyum doang, senyum sinis, atau paling beruntung dia ngejawab satu kata ‘iya’ atau ‘ngga’.

Tipe friendly akan menjawab dengan senyum lebar, mata membelalak dan jawabannya beneran menjawab pernyataan basa-basi yang kita lontarkan.

Tipe bawel cenderung ganggu, dia bakal jawab panjang kali lebar sama dengan luas persegi panjang tapi dari 500 kata yang dia keluarin dalam 2 menit, ngga ada satu kata pun yang ngejawab pertanyaan kita.
Tipe sombong dan pembual, reaksi nya bakal lebay. Kaya misalnya

Gw : “iiih sepatu lo lucu deh”

Dia : “masa sih??gw dikasih sama sodara gw, oleh-oleh dari Korea. Padahal gw ngga minta loh, tapi dia ngasih aja. Sodara gw itu sering banget ngasih-ngasih barang gitu, yang bermerk apa aja lo tinggal bilang deh. Weekend kemaren dia baru dari Singapur, gw dibawain tas Lui Piton….”

Gw : Lui Piton??dikata uler kali.

Dan seriously, masih banyak tipe-tipe orang lainnya
.
Gw pernah dijutekin, pernah diliatin dengan tatapan “apa deh lo?”, pernah dicuekin, dipandang sebelah mata juga sering. Dan dari pengalaman gw ngadepin orang-orang, gw belajar satu hal. Belajar untuk cuek.

Dulu, gw tipe orang yang trying so hard to be liked by every one. Dan akhirnya gw sadar, mau kaya gimana juga, ngga bakalan ada orang yang 100% disukain sama semua orang. If every one like you, then there’s something wrong with you. princess Diana aja punya hater. Tak lain tak bukan, mertuanya sendiri. Hahahhahahaha. Ngga deng.

Anw, akhirnya gw cape bangeeeet buat jadi orang yang harus disukain sama semua orang. Harus pusing-pusing mikirin kalo ada orang yang jutek, mikir “kenapa sih dia jutek banget sama gw?emang gw salah apa?” besoknya, gw akan jadi super nice ke orang itu. Dan jatohnya, sikap super nice gw itu ngga tulus, tapi lebih kaya “jangan jutekin gw dong, gw udah ramah banget gini”.

Dan akhirnya malah jadi cape sendiri. Kepikiran sikap orang yang ngga ngenakin. Padahal belom tentu itu salah gw, kali aja emang orang itu lagi bad mood atau emang orangnya nyebelin.

Lama-lama gw mikir, ngapain amat sih gw mikirin orang yang ngga pernah mikirin gw. Daripada gw fokus untuk menyenangkan orang yang ngga penting dalam idup gw ibaratnya hanya sekedar ‘acquaintence’ dan membuat gw melupakan orang-orang yang emang punya jasa dalam hidup gw, so i decided to not not care too much about other people’s opinion about me.

I don’t care if i have haters, i don’t care if some people don’t like me and my personality. Hey, hater and opinion are like asshole. Everybody got one.

Gw berusaha untuk cuek. Untuk ngga terlalu mikirin apa pendapat orang tentang gw. Dengan sikap cuek yang baru gw pelajari dan terapkan sekarang-sekarang ini, i feel happier. Berasa kaya ringan aja gitu. Ngga ada beban. Karena gw ngga perlu susah-susah ngabisin waktu buat mikirin “gw salah apa sih kok dia sampe jutek banget sama gw?”.

Kuncinya adalah Just be yourself. And try to be as friendly as possible. Tapi kalo tiba-tiba jadi public enemy ya mungkin harus instropeksi juga kali ya. Hehehehe.

Lagian ya, pribadi orang itu kan beda-beda. Gw hanya ingin menunjukkan kepribadian gw. Kepribadian gw yang positif pastinya ya, kalo yang negatif mah ntar aja tunjukinnya, belakangan. Hehehhe. maksudnya gw tetep jadi orang yang playful, silly, childish, friendly, dan berusaha untuk tidak menjadi orang lain hanya agar gw diterima oleh seseorang.

I’m trying to embrace criticism and my hater.

Gw berusaha sebisa mungkin, semenyebalkannya itu orang, serese nya itu orang. Gw berusaha untuk tetap ramah. Gw ngga akan menjauhi. Tapi gw cukup tahu kalo sebaiknya gw jangan terlalu dekat dengan mereka.

Kan ada ya tipe orang yang suka ngegosipin orang di belakang. I mean like talk about something bad about someone behind their back. Gw ngga akan mendekatkan diri terlalu jauh deh sama orang-orang kaya gitu. Orang-orang kaya gitu menurut gw ngga bisa dipercaya. Jangan pernah cerita terlalu personal ke mereka, mulut mereka lebih ember daripada baskom yang suka dijual abang-abang di komplek.

Whoever gossips with you, they’re gonna gossip about you too. And of course behind your back.

I just wanna hang around with people who spread positive energy. Who can make me laugh. Who sincerely befriend with me, without judging me by my appereance, or by my social status, or even my wealthiness.

Bergaul dengan orang-orang yang tulus dan menyebarkan energi yang positif itu enak banget loh. Membuat hari-hari gw terasa lebih ringan. daripada bergaul sama orang yang suntuk, pesimis, yang ada idup gw yang udah rempong malah makin suram lagi.

Oh satu lagi, gw paling benci orang-orang yang kaya tapi sok kaya dan orang yang ngga kaya tapi sok kaya. Misalnya ya, orang ngga kaya tapi sok kaya, they always talk about something branded, padahal gw ngga nanya. Pokonya di setiap omongannya kayanya ada aja merk-merk terkenal dan mahal. Beda loh omongan orang yang emang kaya sama orang yang ngga kaya tapi sok kaya. Maksud gw, what the hell?are you trying to impress me with your branded stuff and your ‘fake-luxurious’ life?well, i’m not impressed AT ALL. I feel bad for that kind of people. I don’t make friend based on their beauty or their wealthiness or their popularity or whatsoeffingever. I make friend based on how they treat me, how they accept me for who i am, how they bring the best in me, and how strong the chemistry i feel with them.

Just be yourself, show your positive personality, ignore your hater, and focus on what and who makes you happy. there’s always people who can accept you for who you are, living with your scar, and bring out the best in you. and of course who give you the stomach-ache because of the endless laugh they caused.

And thank God, i found those people. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s