Animal = The True Fashion Victim

First thing first, i wanna say “SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI” untuk yang merayakan. *telat ya gw ngucapinnya?biarinlaah, yang penting niatnya :p*

Anyway, kemaren pas pulang kantor gw beli majalah bekas di terminal Kampung Melayu. Ngga bekas-bekas banget sih, cuman kaya majalah sisa pabrik gitu. Lumayan deh buat menghibur di kala metromini yang doyan ngetem lamaaaaaa banget.

Pas nyampe bagian Fashion nya gitu, ada artikel tentang bagaimana cara merawat Tas yang terbuat dari kulit hewan ASLI!! Kali ini penyebab gw kejang-kejang di tempat bukan karena harga barang-barang itu ya, but surely because of the fact that those cute animals were turned into a bag.

I definitely don’t have the heart to wear that bag.

Menurut gw, kejam banget deh orang-orang yang bikin tas atau sepatu-sepatu itu ASLI dari kulit hewan.
Hewan-hewan nya juga kaya kulit sapi dijadiin tas.
Kulit ular asli, yang bersisik-bersisik gitu, disulap jadi clutch.

Bulu domba tiba-tiba berubah wujud jadi sepatu warna merah.

*urut dada*

Bilang gw ngga tau mode karena ngga suka barang-barang kaya gitu.

Bilang gw norak.

Bilang gw kere karena ngga mampu beli barang-barang asli kulit hewan.

Tapi untuk kali ini gw sangat mendukung hewan deh.

Mungkin memang ada kebanggaan sendiri untuk para Fashionista atau Fashion Victim kalo pake barang-barang yang 100% kulit hewan yang harganya kaya bisa buat bawa pulang motor.

Produsen barang-barang itu aja udah kejam ya menurut gw, tapi yanng lebih kejam dan ngga punya hati lagi adalah orang-orang yang dengan bangganya make tas-tas dan sepatu-sepatu ituuuu.

Mereka tau kan kalo itu dari kulit hewan??

$^&$$%#$##$@#()**^%!!

Menurut gw, hewan-hewan itu kodratnya buat dimakan. Bukan buat dijadiin barang-barang.

Apalagi kalo di film-film kan suka ada yang ngejadiin kepala singa hasil buruannya jadi pajangan ruang tamu.

Astaganaga.

Setahun yang lalu pas gw solat Idul Adha di mesjid, kan ada sapi yang mau dikurban tuh. Trus pas gw liat ya, masa sapinya nangis. Serius deh ngga boong. Ngga sih gw ngga liat itu sapi nangis, tapi di bawah matanya kaya ada bekas aliran air gitu. Pas banget di bawah matanya. Belek?bukan. ingus?jelas bukan. Iler?apalagi!!

Temen gw emang pernah ada yang bilang, sapi itu kalo mau dipotong suka nangis dulu. Kenapa ya?gw juga ngga tau sih penjelasan ilmiah nya gimana. Abis kayanya ayam yang lebih sering dipotong, ngga pernah nangis.

Kata ade gw, itu sapi-sapi nangis karena nangis bahagia. Karena dia bisa jadi manfaat buat orang banyak, trus dia bisa masuk surga. Adoooh baek banget sih sapi. Mungkin gw ngga akan seikhlas dan sepasrah itu kalo gw mau dipotong. *knock on wood*

Dear Cows, i adore you all so much. You have a really big heart. You sincerely accept your destiny as ‘hewan kurban’. May you all rest in peace and may God put you in heaven.

I know this is stupid but i believe that there is a heaven that made especially for animals. Blame my mother for convincing me about that animal’s heaven thing. It started when i was a little kid. my goldfish died, and i buried him. i wondered where he would go after he died. Would there be someone who take care of him?would there be another goldfish to accompany him?would God forgive his sins? *setelah gw pikir-pikir emang ikan mas bisa bikin dosa apa sih???* and then my mother said that he would go to heaven called ‘Surga Firdaus’. Surga firdaus adanya di langit ketujuh. Ceritanya surga khusus hewan gitu. Semua hewan yang udah mati masuk kesana semua. Setelah itu, setiap hewan peliharaan gw mati. Gw ngga sedih-sedih banget. Because i know that they would be fine though i’m not there to take care of them.

Gw juga pernah beli hamster, dimasukin ke kandang yang keciiil banget. Ditaro di kamar kan tuh. Dan malem-malem, gw kebangun karena itu hamster berisiiiiiik banget. Nyakar-nyakar kandangnya pengen keluar. Mana kalo malem kan dingin ya, dia bunyi terus “nguik-nguik-nguik” gituuuu mulu. Kan gw antara sebel sama kasian ya. Kayanya dia nangis karena kedinginan. Terus cape bunyi-bunyi, dia ngeringkuk di pojokan kandang. Badannya bergetar gitu. Kayanya kedinginan. Akhirnya semaleman gw ngga bisa tidur, gara-gara mikirin nasib itu hamster yang kedinginan dan kesepian.

Setelah itu, gw ngga mau punya hamster lagi.

Mau segede apa juga kandangnya, yang dikasih perosoton kek, kolam renang kek. Tetep aja yang namanya dikurung siapa sih yang mau.

Menurut gw, semua hewan itu seharusnya hidup bebas. Di alam terbuka. Bukan yang dikurung. APALAGI DIJADIIN AKSESORIS. Poor them, those animals literally be the Fashion victim.

I wish people would stop abuse animals. I swear i will never ever wear those stuffs made from real animals’ skin. *emang ngga mampu juga sih, hehehhe*

Eh tapi kalo nyetrum nyamuk pake raket nyamuk ngga papa kan ya???kadang ngedenger suara nyamuk disetrum itu memuaskan loh. “bzzzzzzt..cetarrr…bzzzzztt…” gitu. Bahahahahhaha. *ketawa psikopat*

Anyway, ini agak melenceng sedikit sih dari topik, tapi sampe saat ini, salah satu rahasia alam terbesar yang belum terpecahkan menurut gw adalah “Apa sih tujuan diciptakannya KECOAK dan CICAK dan TOKEK????!!!” Those three animals are so disgusting, and I haven’t found the reason yet why on earth God has to sent them to earth. Tapi yang paling juara sih menurut gw kecoak ya. Gilak, binatang ini multi-talented abis. Dia bisa lari dengan cepat plus BISA TERBANG PULA. Kecoak juga masih bisa hidup kira-kira satu minggu tanpa kepala. (O MY GOD!!!) dan konon katanya kecoak bisa bertahan walaupun di bom atom sekalipun. Immortal sekali makhluk ini. I think this Kecoak is what people should have called “SESUATU BANGET YAH!!

and I’m not gonna put the picture of Kecoak, lizard or even worse Tokek in this post. I assume you all know how those creature looks like.

Advertisements

2 thoughts on “Animal = The True Fashion Victim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s