Unfinished Short Story

i just found a short piece of my short story in one of my diaries. i wrote this long time ago, i’m not sure if it was made on 2008 or 2009. well, it was kinda unfinished story. it was my bad habit to start either a short story or the long one, but i always left my fiction story unfinished. oh, maybe some stories already finished, but i forgot where i put them. so, since i just found this, i decided to post this in my blog. i’m not a pro writer though so, this is what i called an ‘ala kadarnya’ writing. hehehe. Please enjoy. 🙂

—————————————————————————————

“sometimes i get tired of my me-first attitude. you are the one thing that keeps me smiling. that’s why i’m always wishing hard for you…”

Aku terpaksa membuka mataku begitu terdengar alunan ringtone handphone yang cukup keras. Aku kenal lagu ini. Lighthouse Family. Lost in Space. Aku suka lagu itu, tapi aku juga tidak rela kalau tidur siangku ini harus terganggu karena suara handphone yang tidak berhenti sejak semenit yang lalu.

Errrrgh, handphone siapa sih itu?? Dengan bersungut-sungut dan mata masih mengantuk, aku mencari sumber suara itu. mana sih?…doh, itu dia! Mataku seketika tertumbu pada sebuah Motorola Razr V3 hitam yang bergetar dengan tidak santainya di antara kertas-kertas yang bertebaran di atas meja Rendi.

Aku mengambil Motorola Razr V3 berwarna hitam itu. Loh, ini kan handphone nya Cylla, kok bisa ada disini? jangan-jangan ketinggalan tadi pas dia ke sini. Aku melihat ke LCD kecilnya yang tidak berhenti berkedip-kedip.

‘uvuli calling..’

Hahahahaha. kayanya si Arga nih yang nelfon. uvuli? apa pula itu artinya? aaah, sebodo lah, buat apa aku pikirin artinya apa, yang pasti kalau aku jadi cowonya Cylla nanti, aku ngga akan sudi namaku senorak ini di phonebooknya dia. Setelah beberapa detik, aku memutuskan mengangkat telfon entah dari siapa itu yang berhasil mengusik tidur siang sakral ku ini.

“Cyll, CDMA kamu kok ngga aktif sih? Mati ya? Makanya aku kan udah berkali-kali bilang, kalo batere nya tinggal satu di-charge aja”. Seru si penelpon di ujung line sana yang langsung aku kenali suaranya. Arga.

“…..”

“Cyll, Cylla, kok kamu diem aja sih?”

“Ini Aldi, ga.” jawabku akhirnya dengan singkat, padat dan jelas.

“Tadi handphonenya Cylla ketinggalan, ini gw baru mau nganterin ke kosannya.” lanjutku dengan enteng.

“Loh?Ketinggalan dimana?”

“Iya, tadi Cylla ke kosannya Rendi. Trus dia udah balik sekarang, tapi kayanya dia ngga sadar kalo handphonenya ketinggalan.”

Aku menjelaskan dengan santai. Hahahahaha. Rasanya aku pengen banget ngeliat ekspresi mukanya Arga ketika mendengar suaraku tadi.

“…..”

Waduh, Arga kayanya masih shock nih. Hahahahaha. Aku jadi geli sendiri.

“Yaudah lah kalo gitu, gw mau pergi sekarang ke kosannya Cylla”. kataku akhirnya .

“Hah? ngapain lo kesana?”

“Ya mau balikin handphone nya lah.”

“Ngga usah, gw aja yang ke situ sekarang, gw mau ngambil handphone nya Cylla, biar gw yang anter ke kosannya.”

Hmmm, pantang menyerah juga ini orang. Pantesan kayanya si Cylla sangat mengandalkan pacar tercintanya ini. Pacar? hah. Tempat lo bakal segera tergantikan sama gw, Ga. Secepatnya!.

“Oh, terserah lo lah, gw lagi di kosannya Rendi..”

“Gw kesana sekarang.”

..klik..

picture from here

————————————————————————————————-

ok, that was it. my unfinished short story. Hope i could finish it and at least write in better quality. Hehehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s