Some Bitchy Attitude

Salah satu hal yang tidak bisa aku mengerti di dunia ini adalah sindiran orang. Atau seseorang yang suka menyindir orang lain dan berharap orang yang disindir sadar kalau dia sedang membicarakan orang tersebut. Kalau berdasarkan KBBI, sindir adalah mencela seseorang tetapi perkataan tersebut ditujukan kepada orang lain. Sedangkan sindiran adalah perkataan yang bermaksud menyindir orang, celaan yang tidak langsung.

Gemes ngga sih melihat atau mendengar sindir-sindiran? Yang ngga bisa aku mengerti adalah kenapa harus mengucapkan sesuatu secara tidak langsung? Dan terkadang berharap orang tersebut bisa memahami maksudnya tanpa dia harus mengucapkan maksud pikirannya ke orang tersebut. Seriusan sih ya, kalau aku pribadi, salah satu hal yang paling aku benci dan menurutku sangat membuang waktu adalah harus menebak pikiran orang lain. Harus memahami maksud orang lain tanpa orang itu mengutarakan langsung ke aku. Pertama, I am not a mind-reader or a card-reader, well if you happen to be a robot and you have that tiny chip inside your head so I can understand what inside your mind is. So doind sindir-menyindir is totally not working on me. Kedua, if you want to be heard you can just do a simple thing which is speak what you want since I am still communicating in human language not with ultrasonic way of communicating like what dolphins do, so yeah I most likely able to understand what your saying. 

Terkadang hal-hal seperti itu suka membuat bingung sih ya. Kepuasan apa sih yang bisa didapat ketika kita menyindir seseorang, mempermalukan orang lain depan umum, or even pointing out someone’s insecurity point in public, or simply just bad mouthing other people by digging to someone’s flaws and discuss it for the whole world to know? Will it make us feel better of ourselves? Will it make us prettier, smarter, skinnier than that people we mock? From what I see, it will just show how low and insecure you are as a person. So you need to drag down other people to make you feel better about yourselves. 

Semisal nih ya di sebuah antrian ada seseorang yang menyelak antrian. Alih-alih kita menegur orang yang menyelak itu dengan sopan, kita malah menyindir orang tersebut dengan perkataan yang mungkin menyakiti, ditambah lagi ngomongnya dengan volume yang keras dengan maksud orang tersebut tersadar bahwa dia ngga antri. Tapi yang ada malah orang sekelurahan yang denger. Well, you can just say “Maaf Ibu/Bapak, mohon dapat antri ya dari belakang” or if you are too shy to say that then just suck it up and don’t say anything. There’s no point in speaking indirectly. Plus have you ever heard a wise man said “if you don’t have something nice to say then don’t say anything” ? Well because I just don’t see the point of being a bitch. Memberi manfaat juga ngga. Dapat pahala juga ngga mungkin. Bikin sakit hati orang, iya. Yang ada malah nambah dosa. Padahal dosa sendiri udah segunung. Just be nice. Karena menurutku walaupun terkadang kebaikan suka disalahgunakan atau bahkan dimanfaatkan, tapi setidaknya menjadi orang baik dapat memberi manfaat bagi orang lain dan yang terpenting dapat pahala. Kebaikan sekecil apapun, Insya Allah dapat balasannya.

Whooops. Ngga bermaksud menggurui karena akupun masih suka ngedumelin orang ke temen-temen deket. So, I ain’t no saint. Tapi setidaknya I just hope that people will realize that being a bitch is pointless. And those attitude I mention above are so ugly it will make your face uglier. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s